Gairah Dewasa - Cerita kali ini adalah tentang pengalamanku sewaktu aku masih duduk di bangku smp, dimana kisah ini menceritakan pengalamanku dengan seorang cewek bispak yang bernama Susan yang bisa di bilang cewek ini terkenal genit dan banyak cowok-cowok yang ingin memiliki tubuhnya.
Pernah suatu ketika saat pelajaran Kesenian, Susan yang duduk sendirian karena teman satu mejanya tidak datang pindah tempat duduk ke tempat Roni yang memang duduk sendirian dibarisan paling belakang sudut, bersebelahan dengan mejaku.
Mulanya aq gk terlalu pedulian, paling juga si Roni ngucek2 payudaranya si Susan. Tapi saat aq ngelirik, aq kaget setengah mati. Kontol si Roni udah keluar dari celananya dan sedang dikocok2 ma Susan! Roni menyeringai bangga melihat ke arahku. Sementara Susan hanya tersenyum2 genit aja melihat aq yang terpelongo.
Sambil menikmati kocokan Susan tangan kiri Roni asik meremas2 payudara kanan Susan, untuk menutupi pandangan guru dari depan Roni sengaja menaruh buku bacaan kesenian di depan Susan dengan cara di dirikan jadi seolah2 mereka berdua sedang membaca buku itu.
Beberapa menit kemudian kulihat peju Roni menyembur keluar, Susan kemudian mengelap tangannya yg belepotan peju Roni ke celana Roni. Meilhat itu aq juga jadi kepingin. Aq segera memberi kode sama Roni untuk gantian, kamipun berganti posisi.
“Si, aq juga donk..” pintaku setelah duduk di sampingnya,
“Paan?” tanyanya pura2 gk tau. “Kocokin kontol aq” ujarku, Susan mencibir kearahku, “Gak mau” tolaknya. Bangsatnya ni pikirku, gk tau orang dah konak juga. Sementara di meja sebelahku, si Roni cekikikan melihatku, teman semejaku juga ngintip2 sambil tersenyum2 mupeng. Pasti mintak bagian juga tuh.
Karena udah gk tahan menahan birahi, sambil melihat kedepan pelan2 aq menurunkan resleting celanaku, tapi susah juga ngeluarin si kontol yang udah jegang dari tadi dalam posisi duduk gini. Ku longgarkan sedikit ikat pinggangku dan ku lepaskan kait kancing celanaku baru kurogoh kontolku mengeluarkannya, begitu kontolku keluar dari celana langsung keraih tangan kanan Susan, ku arahkan ke batang kontolku.
“kocokla cepat..” bisikku, tangan Susan yang lembut dan halus kemudian memegang batang kontolku dan mulai mengocok2nya membuat aq tertunduk keenakan.
“enak ya..?” bisik Susan, “anjeng, enak kali” balasku berbisik. Berkali2 aq mengeluarkan nafas keras saat kulit tangan Susan yang lembut menggesek2 kepala kontolku.
Sesekali aq melirik ke arah Roni dan temanku yg tertawa2 kecil melihat aq lagi dikocokin ma Susan, teman semejaku berkali2 memberi kode mintak giliran yang dibalas dengan Susan leletan lidahnya. Asli mupeng dia, terlebih lagi saat aq dengan sengaja meremas2 payudara Susan sambil melirik mengejek ke temanku itu.
Beberapa menit kemudian pejuku akhirnya muncrat keluar disertai rasa nikmat tiada tara, sebisa mungkin aq menahan untuk tidak mengerang. Kututupi wajahku dengan kedua tanganku menahankan rasa nikmat di kontolku.
Susan mengangkat tangannya menunjukkan jari2 tangannya yang belepotan pejuku, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik. Kemudian seperti tadi dia mengelapkan tangannya ke celanaku.
Karena merasa masih ada bau2 pejunya, Susan permisi ke wc. Gk lama teman sebangkuku ikut permisi keluar. Aq kembali pindah ke mejaku sementara Roni duduk di bangku sebelahku.
Tapi ko lama kali ya..?? “jangan2 mereka maen di wc” terka Roni. Aq manggut2 mengiyakan. Ampe pergantian jam pelajaran (kira2 15 menit lebih) baru mereka kembali, ku lihat teman aq itu tersenyum bahagia. Sementara Susan kembali ke bangkunya, bukan di tempat Roni lagi.
Langsung kucecar teman ku dengan pertanyaan2, ngapain aja kalian? Temanku cerita begitu dikamar mandi, dia langsung meluk Susan. Sambil berciuman temanku meremas2 payudara Susan lalu dia meminta Susan untuk menghisap kontolnya, Susan ok-ok aja menghisap kontol temanku itu, lagi pula biasanya kamar mandi pas jam pelajaran masih berlangsung memang tergolong sepi kuadrat.
Eh pas lagi asik2an begitu tiba2 masuk cowok dari kelas sebelah, udah bisa ketebak cowok itupun mintak bagian. Terpaksa Susan ngelayani dua kontol sekaligus. Sepikan bukan berarti gk ada yang datang, beberapa menit kemudian datang dua orang cowok, anak kelas 2. melihat Susan yang lagi jongkok sambil ngisapin kontol kami, mereka pun dengan sabar ngantri mintak disepong juga.
Setelah semua ngecrot baru Susan dan teman aq itu kembali ke kelas. Aq jadi geleng2 mendengar cerita teman aq itu, jontor deh tuh bibir nyepong 4 batang sekaligus…
Lain waktu ada lagi cerita saat aq, Roni dan Susan tergabung dalam satu tugas kelompok yg diberikan oleh guru bahasa inggris kami. Selain kami bertiga ada empat orang lagi, dua perempuan dua laki2. Jadi totalnya kami bertujuh. Kami memutuskan mengerjakan tugas kelompok tersebut pada hari minggu di rumah Susan.
Jadi begitulah pada hari minggu yang dijanjikan kami berkumpul di rumah Susan, kami mengerjakan tugas itu di ruang tamunya. Mulanya sih biasa2 aja, selain karena ada cewek lain juga karena orang tua Susan masih berada di rumah.
Suasana mulai berubah saat orang tua Susan keluar untuk menghadiri suatu pesta pernikahan, tangan Roni mulai gatal meraba2 tubuh Susan membuat Susan sibuk menepis tangan jahil Roni. Jadinya malah gk mengerjakan tugas kelompok lagi tapi mule cerita2 jorok yang membangkitkan gairah.
“Sil udah pernah liat kontol gk?” tanya Roni ma Silvia salah satu teman cewek dalam kelompok kami. Nih anak emang gk ada otaknya. Silvia yang mendengar pertanyaan Roni jadi merah padam mukanya, mulutnya langsung melancarkan cacian sama Roni membuat kami tertawa2.
“gitu aja marah, Sil, Susan aja tenang2 aja klo liat kontol, ya kan Si” Amir ikut2 nimbrung sambil ngelirik genit sama Susan, Susan hanya mencibir menanggapi godaan Amir.
“ngomong2 kontol kelen, macam yg besar aja kontol kelen” Wita kali ini yang angkat bicara, nih anak mang rada berani dibandingin Silvia.
“eh, mo liat ko kontol aq…?” tanyak Roni semangat sambil berdiri memamerkan celananya yang menggembung di bagian selangkangan. Tingkahnya membuat para cewek2 itu terpekik2 sambil cekikikan, Susan yang tepat berada di samping Roni tiba2 meninju selangkangan Roni membuat dia terpekik kesakitan yang disambut gelak tawa kami semua.
Gk sadar udah hampir tiga jam juga kami di rumah Susan, akhirnya kami memutuskan melanjutkan lagi pengerjaan tugas kelompok itu Senin besok. Wita dan Silvia pulang dengan diantar Amir dan Joko sementara aq dan Roni tetap tinggal. Aq sudah menebak apa yang ada dalam pikiran Roni, begitu mereka berempat meninggalkan rumah Susan, Roni langsung melancarkan serangan2nnya.
Entah siapa yang bernafsu duluan keduanya udah bergumul saling peluk dan cium mengabaikan aq yang terbengong2 melihat aktivitas mereka berdua. Dengan ganas tangan Roni meremas2 payudara Susan sementara tangan Susan meraba2 selangkangan Roni. Gk mau ketinggalan aq langsung duduk disamping kiri Susan dan ikut2an meremas2 payudara kirinya. Susan melepaskan ciumannya dari Roni gantian menciumi bibirku yang kubalas dengan penuh nafsu. Aq menggeliat nikmat saat jari2 Susan meremas selangkanganku sementara disamping kanan Susan Roni memelorotkan celananya sekaligus celana dalamnya hingga kontolnya yang tegang terlihat menjulang.
Roni segera meraih tangan Susan dan mengarahkannya ke kontolnya, Susan melepaskan ciumannya dariku dan melihat ke arah kontol Roni kemudian mulai mengocok2nya membuat tubuh Roni jadi kejang2. Aq ikut2an melepasi celanaku hingga kontolku dengan leluasa tegak dengan gagah.
Aq berdiri disamping Susan sambil meraih kepala Susan dan menariknya ke arah kontolku, mengerti kemauanku Susan langsung membuka mulutnya lebar2 membiarkan batang kontolku masuk ke dalam mulutnya, begitu kontolku masuk langsung dia menghisapnya membuat aq mendesis keenakan.
“kontol! Kau pulak yang duluan di sepong!” maki Roni, “salah sendiri lah” jawabku penuh kemenangan. Kugerakkan pinggulku seolah2 sedang mengentoti mulut Susan sambil mendesah2 keras memanas2i Roni sementara Susan makin aktip menghisap2 kontolku.
Panas melihat aq yang disepong Susan, tangan Roni kelayapan menaikkan rok terusan Susan ke atas hingga pahanya yang mulus terbuka sampai terlihat pangkal paha Susan yang terbalut celana dalam warna pink.
Roni menggesek2kan telunjuknya ke selangkangan Susan membuat Susan mengeluarkan suara2 mengeram sambil terus menghisap2 kontolku. Celana dalamnya terlihat basah oleh rembesan cairan vaginanya.
“Si buka sempak kau, si Martin mau liat pepek kau” kata Roni sambil tangannya berusaha memelorotkan celana dalam Susan, Susan agak menaikkan pantatnya agar celana dalamnya dengan mudah dapat dipeloroti Roni ke bawah.
Mataku tak lepas memandang pepek Susan yang ditumbuhi bulu2 halus, begitu pepek Susan terbuka jari2 Roni langsung bermain di celah pepek Susan membuat Susan mendengus2 merasakan kenikmatan. Tubuhnya menggeliat2 merasakan gesekan2 jari Roni di celah pepeknya.
Tanpa sadar aq makin dalam menyodokkan kontolku di dalam mulut Susan, berkali2 Susan mengeluarkan suara tersedak dan berusaha melepaskan kontolku dari dalam mulutnya tapi karena aq telah dikuasai nafsu birahi malah makin kasar menggoyang2kan pinggulku mengentoti mulut Susan sambil tanganku memegang kepala Susan menghindari dia melepaskan kontolku. Susan udah gk lagi menghisap kontolku hanya membiarkan saja kontolku memenuhi rongga mulutnya bergerak leluasa.
“ayo tin terus” ujar Roni sambil memberi semangat sambil tangannya juga dengan cepat menggesek2 pepek Susan membuat Susan makin keras mengerang2.
“aq mo keluaaarrrr…” jeritku, dengan susah payah Susan menjauhkan kepalanya dari kontolku, tepat saat dia berhasil mengeluarkan kontolku dari dalam mulutnya, maniku muncrat keluar dengan perasaan nikmat tiada tara.
Susan memekik kecil saat maniku menyembur ke wajahnya, aq dengan sengaja mengarahkan ujung kontolku ke wajahnya hingga maniku muncrat di wajah Susan. Maniku yang kental dan berwarna putih itu menempel disekitar wajah Susan.
“martin jahat, maninya ditembakkan ke muka Susan” rungut Susan manja, dengan perasaan lelah aq duduk disamping Susan melihat dengan takjub maniku meleleh di sekitar wajah Susan sebagian menetes ke baju kaosnya.
“memang ni, gk usah kasih lagi Si” Roni ngompor2in, pasti udah mupeng dia. “dah buka aja Si bajunya, udah kenak mani si martin gitu” ujar Roni, “alah pengen aja bilang” cibir Susan tapi dia mau juga membuka bajunya.
Kini udah benar2 bugil , kontolku yang semula layu mulai bangkit kembali melihat tubuh telanjang Susan, “kelen juga la buka baju masak aq aja” ujar Susan, tanpa diminta dua kali Roni segera menanggalkan pakaiannya diikuti oleh aq.
Kini kami bertiga udah bugi, aq dan Roni segera mencaplok masing2 payudara Susan yang cukup besar itu membuat Susan tertawa geli menerima rangsangan dari kami. Ini pertama kalinya aq menghisap pentil perempuan.
Roni kemudian merebahkan tubuh Susan di sofa dengan kepalanya berbantalkan pahaku hingga wajahnya tepat di depan kontolku yang mulai tegak lagi. Aq terbengong2 melihat Roni mengambil posisi di tengah2 pangkal paha Susan, kontolnya yang tegang tepat berada di celah pepek Susan.
“ko mo ngentoti dia??” tanyaku terheran2, “memang kenapa?” tanya Roni, sementara Susan memandangku dengan ekspresi heran, “nanti dia gk perawan lagi” ujarku lugu. Mereka berdua tertawa geli mendengar ucapanku.
“Martin tenang aja, nantik abis Roni, Martin boleh ngentoti Susan” ujar Susan sambil menggesek2kan pipinya di batang kontolku. Sementara Roni kembali melanjutkan maksudnya mengentoti Susan.
Terdengar pekik Susan saat batang kontol Roni menerobos masuk kedalam pepeknya, entah karena udah dari tadi nahan nafsunya, Roni dengan cepat menjurus kasar menyodok2kan batang kontolnya di dalam pepek Susan membuat Susan makin memekik2 menahankan serangan2 Roni.
“enak kali pepek kauuu siii….”ceracau Roni meningkahi pekikan Susan, sementara aq hanya bisa diam aja menonton mereka berdua ngentot dengan liarnya. Kontolku sekarang udah benar2 ngaceng lagi.
Tubuh Susan terguncang2 seiring hunjaman kontol Roni di dalam pepeknya, teteknya yang bulat ikut bergoyang2 membuatku jadi gemas meremas2nya.
“Ahhh…..uunnnngghhhh…. pelaaaaaannnn… pelaaaaannnn diiiiiiiiii….”pekik Susan, tapi Roni nggak merubah tempo genjotannya malah makin cepat menggoyang2kan tubuhnya. Tubuh mereka berdua mulai dibanjiri oleh keringat.
“ungh…ungh…”dengus Roni, yang dibalas dengan pekikkan terputus2 Susan. Entah berapa lama tiba2 Roni mencabut kontolnya dari dalam pepek Susan dan mengocok2kan batang kontolnya di depan perut Susan. Gk berapa lama kontolnya memuntahkan mani yang cukup banyak. Maninya muncrat diperut bahkan sampai ke payudara Susan.
“aduh enak kali..” desis Roni, sementara Susan memejamkan matanya dengan dadanya yang turun naik seolah2 baru saja berlari jauh. Tubuhnya yang mungil terlihat mengkilat oleh keringatnya.
Begitu Roni bangkit dari tubuh Susan, aq segera menggantikan posisinya. Dengan tidak sabar menusukkan batang kontolku ke celah pepek Susan tanpa memperdulikan mani Roni di tubuh Susan.
Tapi berkali2 kutusukkan ko gk masuk2 ya??? Ini memang pertama kalinya aq mengentot dengan perempuan. Sadar ketidak tahuanku, sambil memegang batang kontolku dia mengarahkan arah tusukanku, “dibawah sini” bisiknya masih dengan nafas yang tersengal2.
Lobang pepknya mengalirkan cairan lendir yang membuat permukaan pepeknya terasa licin. Aq terpejam nikmat merasakan pertama kali kontolku masuk ke lobang pepek perempuan, aq berusaha mengocokkan batang kontolku di pepeknya tapi berkali2 kontolku keluar lagi dari pepek Susan. Melihat itu Roni jadi tertawa2, “jangan panjang2 ko nareknya bodoh” ujar Roni.
“baru pertama ya tin?” Susan ikut2an bersuara membuat jadi panas. Setelah agak lama akhirnya terbiasa juga aq menyodok2kan kontolku di dalam pepek Susan. Beda dengan Roni dengan ku Susan hanya mengeluarkan suara mendesah2 kecil aja.
Walau tadi baru mengeluarkan tapi karena ini sensasi pertama ku mengentoti cewek, gk lama kurasakan maniku akan muncrat. Aq makin mempercepat goyanganku, berkali2 kontolku keluar dari pepek Susan tapi dengan cepat ku masukkan lagi dan ku kocok lagi.
“Tin klo mo nembak jangan di dalam” ujar Roni mengingatkan, tubuh Susan sendiri terlihat makin kaku. Akhirnya dengan perasaan nikmat tiada tara kontolku untuk kedua kalinya mengeluarkan spermanya. Kalo ini di dalam pepek Susan, tubuh ku mengejang2 kaku mendapatkan orgasme kedua ku. Susan langsung terpekik kaget menyadari aq menembak di dalam vaginanya.
“wei kontol, jangan ko tembak didalamnya!” maki Roni, tapi aq yang lagi dilanda kenikmatan gk peduli sama sekali. Aq makin menekankn dalam2 batang kontolku di dalam pepek Susan sementara tubuh Susan yang terhimpit tubuhku ikut mengejang. Kepalanya menggeleng2 kiri dan kanan, kurasakan daging otot pepek Susan mencengkram erat batang kontolku.
Ku rasa pepek Susan makin penuh dan sempit, oleh maniku, lendirnya juga karena kontraksi otot pepeknya.
Lima menit kemudian kami uda berpakaian kembali, sementara Susan ke kamar mandi. Baru kemudian kami berpamitan pulang. Selama sebulan aq cemas2 Susan akan hamil, apalagi tiap hari Roni menakut2iku kalo Susan hamil dan mintak pertanggung jawabanku. Tapi ternyata apa yg ku khawatirkan tidak benar2 terjadi.
Pernah suatu ketika saat pelajaran Kesenian, Susan yang duduk sendirian karena teman satu mejanya tidak datang pindah tempat duduk ke tempat Roni yang memang duduk sendirian dibarisan paling belakang sudut, bersebelahan dengan mejaku.
Mulanya aq gk terlalu pedulian, paling juga si Roni ngucek2 payudaranya si Susan. Tapi saat aq ngelirik, aq kaget setengah mati. Kontol si Roni udah keluar dari celananya dan sedang dikocok2 ma Susan! Roni menyeringai bangga melihat ke arahku. Sementara Susan hanya tersenyum2 genit aja melihat aq yang terpelongo.
Sambil menikmati kocokan Susan tangan kiri Roni asik meremas2 payudara kanan Susan, untuk menutupi pandangan guru dari depan Roni sengaja menaruh buku bacaan kesenian di depan Susan dengan cara di dirikan jadi seolah2 mereka berdua sedang membaca buku itu.
Beberapa menit kemudian kulihat peju Roni menyembur keluar, Susan kemudian mengelap tangannya yg belepotan peju Roni ke celana Roni. Meilhat itu aq juga jadi kepingin. Aq segera memberi kode sama Roni untuk gantian, kamipun berganti posisi.
“Si, aq juga donk..” pintaku setelah duduk di sampingnya,
“Paan?” tanyanya pura2 gk tau. “Kocokin kontol aq” ujarku, Susan mencibir kearahku, “Gak mau” tolaknya. Bangsatnya ni pikirku, gk tau orang dah konak juga. Sementara di meja sebelahku, si Roni cekikikan melihatku, teman semejaku juga ngintip2 sambil tersenyum2 mupeng. Pasti mintak bagian juga tuh.
Karena udah gk tahan menahan birahi, sambil melihat kedepan pelan2 aq menurunkan resleting celanaku, tapi susah juga ngeluarin si kontol yang udah jegang dari tadi dalam posisi duduk gini. Ku longgarkan sedikit ikat pinggangku dan ku lepaskan kait kancing celanaku baru kurogoh kontolku mengeluarkannya, begitu kontolku keluar dari celana langsung keraih tangan kanan Susan, ku arahkan ke batang kontolku.
“kocokla cepat..” bisikku, tangan Susan yang lembut dan halus kemudian memegang batang kontolku dan mulai mengocok2nya membuat aq tertunduk keenakan.
“enak ya..?” bisik Susan, “anjeng, enak kali” balasku berbisik. Berkali2 aq mengeluarkan nafas keras saat kulit tangan Susan yang lembut menggesek2 kepala kontolku.
Sesekali aq melirik ke arah Roni dan temanku yg tertawa2 kecil melihat aq lagi dikocokin ma Susan, teman semejaku berkali2 memberi kode mintak giliran yang dibalas dengan Susan leletan lidahnya. Asli mupeng dia, terlebih lagi saat aq dengan sengaja meremas2 payudara Susan sambil melirik mengejek ke temanku itu.
Beberapa menit kemudian pejuku akhirnya muncrat keluar disertai rasa nikmat tiada tara, sebisa mungkin aq menahan untuk tidak mengerang. Kututupi wajahku dengan kedua tanganku menahankan rasa nikmat di kontolku.
Susan mengangkat tangannya menunjukkan jari2 tangannya yang belepotan pejuku, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik. Kemudian seperti tadi dia mengelapkan tangannya ke celanaku.
Karena merasa masih ada bau2 pejunya, Susan permisi ke wc. Gk lama teman sebangkuku ikut permisi keluar. Aq kembali pindah ke mejaku sementara Roni duduk di bangku sebelahku.
Tapi ko lama kali ya..?? “jangan2 mereka maen di wc” terka Roni. Aq manggut2 mengiyakan. Ampe pergantian jam pelajaran (kira2 15 menit lebih) baru mereka kembali, ku lihat teman aq itu tersenyum bahagia. Sementara Susan kembali ke bangkunya, bukan di tempat Roni lagi.
Langsung kucecar teman ku dengan pertanyaan2, ngapain aja kalian? Temanku cerita begitu dikamar mandi, dia langsung meluk Susan. Sambil berciuman temanku meremas2 payudara Susan lalu dia meminta Susan untuk menghisap kontolnya, Susan ok-ok aja menghisap kontol temanku itu, lagi pula biasanya kamar mandi pas jam pelajaran masih berlangsung memang tergolong sepi kuadrat.
Eh pas lagi asik2an begitu tiba2 masuk cowok dari kelas sebelah, udah bisa ketebak cowok itupun mintak bagian. Terpaksa Susan ngelayani dua kontol sekaligus. Sepikan bukan berarti gk ada yang datang, beberapa menit kemudian datang dua orang cowok, anak kelas 2. melihat Susan yang lagi jongkok sambil ngisapin kontol kami, mereka pun dengan sabar ngantri mintak disepong juga.
Setelah semua ngecrot baru Susan dan teman aq itu kembali ke kelas. Aq jadi geleng2 mendengar cerita teman aq itu, jontor deh tuh bibir nyepong 4 batang sekaligus…
Lain waktu ada lagi cerita saat aq, Roni dan Susan tergabung dalam satu tugas kelompok yg diberikan oleh guru bahasa inggris kami. Selain kami bertiga ada empat orang lagi, dua perempuan dua laki2. Jadi totalnya kami bertujuh. Kami memutuskan mengerjakan tugas kelompok tersebut pada hari minggu di rumah Susan.
Jadi begitulah pada hari minggu yang dijanjikan kami berkumpul di rumah Susan, kami mengerjakan tugas itu di ruang tamunya. Mulanya sih biasa2 aja, selain karena ada cewek lain juga karena orang tua Susan masih berada di rumah.
Suasana mulai berubah saat orang tua Susan keluar untuk menghadiri suatu pesta pernikahan, tangan Roni mulai gatal meraba2 tubuh Susan membuat Susan sibuk menepis tangan jahil Roni. Jadinya malah gk mengerjakan tugas kelompok lagi tapi mule cerita2 jorok yang membangkitkan gairah.
“Sil udah pernah liat kontol gk?” tanya Roni ma Silvia salah satu teman cewek dalam kelompok kami. Nih anak emang gk ada otaknya. Silvia yang mendengar pertanyaan Roni jadi merah padam mukanya, mulutnya langsung melancarkan cacian sama Roni membuat kami tertawa2.
“gitu aja marah, Sil, Susan aja tenang2 aja klo liat kontol, ya kan Si” Amir ikut2 nimbrung sambil ngelirik genit sama Susan, Susan hanya mencibir menanggapi godaan Amir.
“ngomong2 kontol kelen, macam yg besar aja kontol kelen” Wita kali ini yang angkat bicara, nih anak mang rada berani dibandingin Silvia.
“eh, mo liat ko kontol aq…?” tanyak Roni semangat sambil berdiri memamerkan celananya yang menggembung di bagian selangkangan. Tingkahnya membuat para cewek2 itu terpekik2 sambil cekikikan, Susan yang tepat berada di samping Roni tiba2 meninju selangkangan Roni membuat dia terpekik kesakitan yang disambut gelak tawa kami semua.
Gk sadar udah hampir tiga jam juga kami di rumah Susan, akhirnya kami memutuskan melanjutkan lagi pengerjaan tugas kelompok itu Senin besok. Wita dan Silvia pulang dengan diantar Amir dan Joko sementara aq dan Roni tetap tinggal. Aq sudah menebak apa yang ada dalam pikiran Roni, begitu mereka berempat meninggalkan rumah Susan, Roni langsung melancarkan serangan2nnya.
Entah siapa yang bernafsu duluan keduanya udah bergumul saling peluk dan cium mengabaikan aq yang terbengong2 melihat aktivitas mereka berdua. Dengan ganas tangan Roni meremas2 payudara Susan sementara tangan Susan meraba2 selangkangan Roni. Gk mau ketinggalan aq langsung duduk disamping kiri Susan dan ikut2an meremas2 payudara kirinya. Susan melepaskan ciumannya dari Roni gantian menciumi bibirku yang kubalas dengan penuh nafsu. Aq menggeliat nikmat saat jari2 Susan meremas selangkanganku sementara disamping kanan Susan Roni memelorotkan celananya sekaligus celana dalamnya hingga kontolnya yang tegang terlihat menjulang.
Roni segera meraih tangan Susan dan mengarahkannya ke kontolnya, Susan melepaskan ciumannya dariku dan melihat ke arah kontol Roni kemudian mulai mengocok2nya membuat tubuh Roni jadi kejang2. Aq ikut2an melepasi celanaku hingga kontolku dengan leluasa tegak dengan gagah.
Aq berdiri disamping Susan sambil meraih kepala Susan dan menariknya ke arah kontolku, mengerti kemauanku Susan langsung membuka mulutnya lebar2 membiarkan batang kontolku masuk ke dalam mulutnya, begitu kontolku masuk langsung dia menghisapnya membuat aq mendesis keenakan.
“kontol! Kau pulak yang duluan di sepong!” maki Roni, “salah sendiri lah” jawabku penuh kemenangan. Kugerakkan pinggulku seolah2 sedang mengentoti mulut Susan sambil mendesah2 keras memanas2i Roni sementara Susan makin aktip menghisap2 kontolku.
Panas melihat aq yang disepong Susan, tangan Roni kelayapan menaikkan rok terusan Susan ke atas hingga pahanya yang mulus terbuka sampai terlihat pangkal paha Susan yang terbalut celana dalam warna pink.
Roni menggesek2kan telunjuknya ke selangkangan Susan membuat Susan mengeluarkan suara2 mengeram sambil terus menghisap2 kontolku. Celana dalamnya terlihat basah oleh rembesan cairan vaginanya.
“Si buka sempak kau, si Martin mau liat pepek kau” kata Roni sambil tangannya berusaha memelorotkan celana dalam Susan, Susan agak menaikkan pantatnya agar celana dalamnya dengan mudah dapat dipeloroti Roni ke bawah.
Mataku tak lepas memandang pepek Susan yang ditumbuhi bulu2 halus, begitu pepek Susan terbuka jari2 Roni langsung bermain di celah pepek Susan membuat Susan mendengus2 merasakan kenikmatan. Tubuhnya menggeliat2 merasakan gesekan2 jari Roni di celah pepeknya.
Tanpa sadar aq makin dalam menyodokkan kontolku di dalam mulut Susan, berkali2 Susan mengeluarkan suara tersedak dan berusaha melepaskan kontolku dari dalam mulutnya tapi karena aq telah dikuasai nafsu birahi malah makin kasar menggoyang2kan pinggulku mengentoti mulut Susan sambil tanganku memegang kepala Susan menghindari dia melepaskan kontolku. Susan udah gk lagi menghisap kontolku hanya membiarkan saja kontolku memenuhi rongga mulutnya bergerak leluasa.
“ayo tin terus” ujar Roni sambil memberi semangat sambil tangannya juga dengan cepat menggesek2 pepek Susan membuat Susan makin keras mengerang2.
“aq mo keluaaarrrr…” jeritku, dengan susah payah Susan menjauhkan kepalanya dari kontolku, tepat saat dia berhasil mengeluarkan kontolku dari dalam mulutnya, maniku muncrat keluar dengan perasaan nikmat tiada tara.
Susan memekik kecil saat maniku menyembur ke wajahnya, aq dengan sengaja mengarahkan ujung kontolku ke wajahnya hingga maniku muncrat di wajah Susan. Maniku yang kental dan berwarna putih itu menempel disekitar wajah Susan.
“martin jahat, maninya ditembakkan ke muka Susan” rungut Susan manja, dengan perasaan lelah aq duduk disamping Susan melihat dengan takjub maniku meleleh di sekitar wajah Susan sebagian menetes ke baju kaosnya.
“memang ni, gk usah kasih lagi Si” Roni ngompor2in, pasti udah mupeng dia. “dah buka aja Si bajunya, udah kenak mani si martin gitu” ujar Roni, “alah pengen aja bilang” cibir Susan tapi dia mau juga membuka bajunya.
Kini udah benar2 bugil , kontolku yang semula layu mulai bangkit kembali melihat tubuh telanjang Susan, “kelen juga la buka baju masak aq aja” ujar Susan, tanpa diminta dua kali Roni segera menanggalkan pakaiannya diikuti oleh aq.
Kini kami bertiga udah bugi, aq dan Roni segera mencaplok masing2 payudara Susan yang cukup besar itu membuat Susan tertawa geli menerima rangsangan dari kami. Ini pertama kalinya aq menghisap pentil perempuan.
Roni kemudian merebahkan tubuh Susan di sofa dengan kepalanya berbantalkan pahaku hingga wajahnya tepat di depan kontolku yang mulai tegak lagi. Aq terbengong2 melihat Roni mengambil posisi di tengah2 pangkal paha Susan, kontolnya yang tegang tepat berada di celah pepek Susan.
“ko mo ngentoti dia??” tanyaku terheran2, “memang kenapa?” tanya Roni, sementara Susan memandangku dengan ekspresi heran, “nanti dia gk perawan lagi” ujarku lugu. Mereka berdua tertawa geli mendengar ucapanku.
“Martin tenang aja, nantik abis Roni, Martin boleh ngentoti Susan” ujar Susan sambil menggesek2kan pipinya di batang kontolku. Sementara Roni kembali melanjutkan maksudnya mengentoti Susan.
Terdengar pekik Susan saat batang kontol Roni menerobos masuk kedalam pepeknya, entah karena udah dari tadi nahan nafsunya, Roni dengan cepat menjurus kasar menyodok2kan batang kontolnya di dalam pepek Susan membuat Susan makin memekik2 menahankan serangan2 Roni.
“enak kali pepek kauuu siii….”ceracau Roni meningkahi pekikan Susan, sementara aq hanya bisa diam aja menonton mereka berdua ngentot dengan liarnya. Kontolku sekarang udah benar2 ngaceng lagi.
Tubuh Susan terguncang2 seiring hunjaman kontol Roni di dalam pepeknya, teteknya yang bulat ikut bergoyang2 membuatku jadi gemas meremas2nya.
“Ahhh…..uunnnngghhhh…. pelaaaaaannnn… pelaaaaannnn diiiiiiiiii….”pekik Susan, tapi Roni nggak merubah tempo genjotannya malah makin cepat menggoyang2kan tubuhnya. Tubuh mereka berdua mulai dibanjiri oleh keringat.
“ungh…ungh…”dengus Roni, yang dibalas dengan pekikkan terputus2 Susan. Entah berapa lama tiba2 Roni mencabut kontolnya dari dalam pepek Susan dan mengocok2kan batang kontolnya di depan perut Susan. Gk berapa lama kontolnya memuntahkan mani yang cukup banyak. Maninya muncrat diperut bahkan sampai ke payudara Susan.
“aduh enak kali..” desis Roni, sementara Susan memejamkan matanya dengan dadanya yang turun naik seolah2 baru saja berlari jauh. Tubuhnya yang mungil terlihat mengkilat oleh keringatnya.
Begitu Roni bangkit dari tubuh Susan, aq segera menggantikan posisinya. Dengan tidak sabar menusukkan batang kontolku ke celah pepek Susan tanpa memperdulikan mani Roni di tubuh Susan.
Tapi berkali2 kutusukkan ko gk masuk2 ya??? Ini memang pertama kalinya aq mengentot dengan perempuan. Sadar ketidak tahuanku, sambil memegang batang kontolku dia mengarahkan arah tusukanku, “dibawah sini” bisiknya masih dengan nafas yang tersengal2.
Lobang pepknya mengalirkan cairan lendir yang membuat permukaan pepeknya terasa licin. Aq terpejam nikmat merasakan pertama kali kontolku masuk ke lobang pepek perempuan, aq berusaha mengocokkan batang kontolku di pepeknya tapi berkali2 kontolku keluar lagi dari pepek Susan. Melihat itu Roni jadi tertawa2, “jangan panjang2 ko nareknya bodoh” ujar Roni.
“baru pertama ya tin?” Susan ikut2an bersuara membuat jadi panas. Setelah agak lama akhirnya terbiasa juga aq menyodok2kan kontolku di dalam pepek Susan. Beda dengan Roni dengan ku Susan hanya mengeluarkan suara mendesah2 kecil aja.
Walau tadi baru mengeluarkan tapi karena ini sensasi pertama ku mengentoti cewek, gk lama kurasakan maniku akan muncrat. Aq makin mempercepat goyanganku, berkali2 kontolku keluar dari pepek Susan tapi dengan cepat ku masukkan lagi dan ku kocok lagi.
“Tin klo mo nembak jangan di dalam” ujar Roni mengingatkan, tubuh Susan sendiri terlihat makin kaku. Akhirnya dengan perasaan nikmat tiada tara kontolku untuk kedua kalinya mengeluarkan spermanya. Kalo ini di dalam pepek Susan, tubuh ku mengejang2 kaku mendapatkan orgasme kedua ku. Susan langsung terpekik kaget menyadari aq menembak di dalam vaginanya.
“wei kontol, jangan ko tembak didalamnya!” maki Roni, tapi aq yang lagi dilanda kenikmatan gk peduli sama sekali. Aq makin menekankn dalam2 batang kontolku di dalam pepek Susan sementara tubuh Susan yang terhimpit tubuhku ikut mengejang. Kepalanya menggeleng2 kiri dan kanan, kurasakan daging otot pepek Susan mencengkram erat batang kontolku.
Ku rasa pepek Susan makin penuh dan sempit, oleh maniku, lendirnya juga karena kontraksi otot pepeknya.
Lima menit kemudian kami uda berpakaian kembali, sementara Susan ke kamar mandi. Baru kemudian kami berpamitan pulang. Selama sebulan aq cemas2 Susan akan hamil, apalagi tiap hari Roni menakut2iku kalo Susan hamil dan mintak pertanggung jawabanku. Tapi ternyata apa yg ku khawatirkan tidak benar2 terjadi.
Teman Kimcilku
Reviewed by adelia salim
on
Juli 03, 2018
Rating:
Reviewed by adelia salim
on
Juli 03, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: